Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bab 5

UPAYA PENCEGAHAN - Narkoba

UPAYA PENCEGAHAN DIRI DARI BAHAYA NARKOBA Upaya yang paling baik dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba tentunya adalah melalui upaya pencegahan yang dilakukan kepada manusia sebagai calon pengguna dan pengadaan narkoba serta pemasarannya. Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain melalui : 1. Pencegahan primer (Primary Prevention ); Pencegahan ini dilakukan kepada orang yang belum mengenal Narkoba serta komponen masyarakat yang berpotensi dapat mencegah penyalahgunaan narkoba. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam upaya pencegahan ini antara lain : - Penyuluhan tentang bahaya narkoba. - Penerangan melalui berbagai media tentang bahaya narkoba. - Pendidikan tentang pengetahuan narkoba dan bahayanya. 2. Pencegahan Sekunder (Secondary Prevention ); Pencegahan ini dilakukan kepada orang yang sedang coba-coba menyalahgunakan Narkoba serta komponen masyarakat yang berpotensi dapat membantu agar berhenti dari penyalahgunaan narkoba. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam upaya pe...

DAMPAK ZAT ADIKTIF - Zat Adiktif

Gambar
Dampak Penggunaan Zat Adiktif Bagi Kesehatan Melihat dari pengertian dan macam-macam zat adiktif, tentu saja sudah tidak dapat di pungkiri bahwasanya jenis zat tersebut memang berbahaya. Meskipun ada beberapa yang tidak apa-apa di konsumsi dalam kadar secukupnya, namun jika Anda berlebihan tentu saja efeknya pun tidak akan baik untuk kesehatan maupun untuk lingkungan sekitar Anda. Dalam hal ini tentu saja dampak yang akan di timbulkan oleh zat adiktif juga tidak main-main. Akan tetapi, dampak ini tidak sama antara jenis satu dengan jenis yang lain. Ada yang risikonya besar dan ada yang sederhana-sederhana saja. Sedangkan beberapa dampak secara khusus dari masing-masing zat adiktif tersebut adalah sebagai berikut. dampak penyalahgunaan minuman alkohol Alkohol ini merupakan salah satu zat adiktif yang sangat berbahaya. Namun, meski sudah banyak penyuluhan terkait betapa berbahayanya alkohol, tetap saja masih banyak sekali yang mengkonsumsinya dengan berbagai alasan. Padahal, ketika...

PENGEMULSI - Zat Aditif

PENGERTIAN ZAT PENGEMULSI Emulsifier atau zat pengemulsi adalah zat untuk membantu menjaga kestabilan emulsi minyak dan air. Umumnya emulsifier merupakan senyawa organik yang memiliki dua gugus, baik yang polar maupun nonpolar sehingga kedua zat tersebut dapat bercampur. Gugus nonpolar emulsifier akan mengikat minyak (partikel minyak dikelilingi) sedangkan air akan terikat kuat oleh gugus polar pengemulsi tersebut. Bagian polar kemudian akan terionisasi menjadi bermuatan negatif, hal ini menyebabkan minyak juga menjadi bermuatan negatif.Partikel minyak kemudian akan tolak-menolak sehingga dua zat yang pada awalnya tidak dapat larut tersebut kemudian menjadi stabil. Salah satu contoh pengemulsi yaitu sabun yang merupakan garam karboksilat. Molekul sabun tersusun atas ekor alkil yang non-polar (akan mengelilingi molekul minyak) dan kepala karboksilat yang bersifat polar (mengikat air dengan kuat). Pada industri makanan, telur dikenal sebagai pengemulsi (emulsifier) tertua yang pern...

PEMBERI AROMA - Zat Aditif

Gambar
Pemberi aroma adalah zat yang memberikan aroma tertentu pada makanan atau minuman. Pemberi aroma dibagi menjadi dua, berdasarkan asal zat penyusunnya, yaitu: Pemberi aroma alami Pemberi aroma alami yang terbuat dari bahan alami seperti tumbuhan dan rempah-rempah. Contohnya minyak atsiri dan vanili Pemberi aroma buatan Pemberi aroma buatan yang terbuat dari zat kimia yang diizinkan. Contohnya Bahan Aroma Bahan Aroma Amil asetat Pisang ambon Vanilin Vanili Amil kaproat Apel Metil antranilat Anggur Nanas Etil butirat sumber :  http://hari-hari-mengejar-mimpi.blogspot.com/2017/10/pemberi-aroma-zat-aditif.html

PENYEDAP - Zat Aditif

zat penyedap  Tujuan penggunaan zat penyedap makanan adalah supaya dapat memunculkan rasa yang enak/gurih pada bahan makanan dan juga ditujukan untuk menekan rasa yang tidak diinginkan. Ada 2 macam bahan penyedap makanan: - Penyedap alami : bahan yang biasa dipakai adalah garam, cuka dan gula. Penyedap alami ini lebih aman jika digunakan dalam makanan. - Penyedap sintesis : bahan yang biasa dipakai adalah MSG (Monosodium Gutamat), garam iosinat dan HVP (Hydrosised vegetable protein). Ciri-ciri MSG adalah 1). tidak mempunyai bau, 2).rasanya adalah gabungan dari rasa asin, asam dan manis, 3). dapat menekan bau bawang yang menyengat, menekan rasa pahit, 4). dapat meningkatkan rasa daging, ikan dan sup. Gejala gangguan kesehatan yang diakibatkan karena penggunaan MSG yang berlebihan yaitu: 1. Sakit Kepala;2. Badan terasa panas dan letih; 3. Rasa selalu haus; 4. Sakit pada dada. sumber :  https://www.aanwijzing.com/2016/06/zat-aditif-makanan-ipa-smp-mts-kelas-viii.html

PEMANIS - Zat Aditif

zat pemanis buatan Tujuan penggunaan zat pemanis buatan adalah mempertegas rasa manis pada makanan yang tentunya sebagai pengganti gula. Zat pemanis dibedakan menjadi 2 yaitu: pemanis alami dan pemanis sintetis. Pemanis alami adalah merupakan pemanis yang mempunyai bahan berasal dari alam. Sebagai contoh dari pemanis alami adalah gula merah dan gula putih. Namun pemanis alami juga mempunyai dampak negatif yang ditimbulkan terutama bagi penderita diabetes militus, berdampak pada naiknya kadar gula darah. Pemanis sintetis adalah merupakan pemanis yang bahannya dibuat oleh manusia. Sifat dari pemanis sintetis adalah mempunyai rasa manis yang lebih apabila dibandingkan dengan gula, namun mempuyai kadar kalori yang rendah. Sebagai contoh pemanis sintetis adalah sakarin, siklamat, sorbitol. sumber :  https://www.aanwijzing.com/2016/06/zat-aditif-makanan-ipa-smp-mts-kelas-viii.html

PEWARNA - Zat Aditif

Bahan pewarna  secara sederhana dapat didefinisikan sebagai suatu benda  berwarna  yang memiliki  afinitas kimia  terhadap benda yang diwarnainya. Bahan pewarna pada umumnya memiliki bentuk  cair  dan larut di air. Pada berbagai situasi, proses pewarnaan menggunakan  mordant  untuk meningkatkan kemampuan menempel bahan pewarna. Bahan pewarna dan  pigmen  terlihat berwarna karena mereka menyerap panjang gelombang tertentu dari  cahaya . Berlawanan dengan bahan pewarna, pigmen pada umumnya tidak dapat larut, dan tidak memiliki afinitas terhadap  substrat . Bukti  arkeologi  menunjukkan bahwa, khususnya di  India  dan  Timur Tengah , pewarna telah digunakan selama lebih dari 5000 tahun. Bahan pewarna dapat diperoleh dari  hewan ,  tumbuhan , atau  mineral . Pewarna yang diperoleh dari bahan-bahan ini tidak memerlukan proses pengolahan yang rumit. Sampai sejauh ini, sumber utama bah...